Ketika malam mulai terajut
Semenjak dingin mengisi sela relung kelabu,
Hanya tercipta semerdu temaram bokor
Yang berkelip di lembah kebisuan,
Dan di hangat itu,
Ada bayangmu.
Yang semakin kuat menjalari sebuah rasa
Rasa yang tak kunjung usai,
Lalu kala fajar terangkat pada batas cakrawala
Serangkai nyanyian pipit di tipisnya talian
Kan ada bayu sejuk membuai
Merasuk lewat semilirnya pelangi
Dan di warna itu,
Ada bayangmu.
Yang semakin tinggi membawa sebuah rasa
Rasa yang belum bisa berlalu
Dan saat senja melampaui cerdiknya lazuardy,
Seberkas aurora kan selalu setia
Di iringi noda awan merah keemasan
Mewarnai birunya putih
Dan di berkas itu,
Ada bayangmu.
Yang setia mengisi sebuah rasa
Rasa yang kusebut cinta.